My Life Journey :
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Cukup Dengan Menghargai

"Karena tiada hidup tanpa perjuangan, dan tiada perjuangan tanpa pengorbanan."     
         Kadang merasa bingung,  pengorbanan itu apa? apakah saat ini pengorbanan masih bernilai? kalopun masih, pengorbanan itu buat apa? buat mereka2 yang sibuk dengan dunianya sendiri? buat mereka2 yang lupa 'effort' orang2 disekelilingnya? buat mereka2 yang terpaku diam diantara orang2 yang tergerak hatinya? ataukah hanya sebagai media mereka2 ber-otoriter ?


THINK SMART !


Aku bukan seorang yang mahir dalam merangkai kata-kata
Aku bukan seorang yang mahir menggoda malam hingga subuh menjelang
Aku bukan seorang seorang yang mahir menggertak siang dengan sejuknya senyuman indah
dan aku bukan seorang yang mahir untuk bujuk rayu mengagumkan untuk petang yang jingga

Aku hanya seorang yang mahir menapak jalan dengan keluh kesah
Aku hanya seorang yang mahir menjejak tanah dengan guratan kaki yang kasar
Aku hanya seorang yang mahir menulis langit-Nya dengan menengadahkan tangan pada-Nya
dan aku hanya seorang yang mahir berkeluh kesah diantara dentuman kecil yang memekakkan telinga


          Ada banyak hal saat ini mulai terkikis, dari suatu hal yang kecil dan kemudian merembet dan bahkan ber-metamorfosa menjadi sesuatu yang besar. Ada banyak hal yang seharusnya kita ketahui, mereka2 yang berkorban tak butuh apresiasi yang banyak, tak mencari ribuan ucapan terima kasih, bukan perhatian yang mereka cari, bukan media memperkuat image diri, cukup hargai mereka, mereka2 yang telah mengorbankan waktu, pikiran, tenaga, dan sebagainya. Karena salah satu bentuk penghargaan terhadap hidup kita adalah dengan menghargai orang lain. 


To be continued..


Sebenernya Kemampuan Tiap Orang Itu Sama.. #Part1



Mumpung ada jeda menuju perang lawan fisika, kali ini ane mau ngebahas masalah pengaruh belajar efektif pada kemampuan seseorang. Ane yakin kalo sebenernya tiap orang itu punya kemampuan berpikir/otak yang sama, Allah Maha Adil kok.. cuman ya itu, semuanya tergantung usaha dan ikhtiar masing-masing. Bicara soal fisik, memang secara fisik orang terlihat beda/sangat berbeda.  Ada yang ganteng ada yang kurang ganteng, ada yang manis ada yang kurang manis. Cuman... nyatanya.. fisik itu hanya sebatas opini tiap orang. Mungkin sebagian orang berkata dia cantik.. dia ganteng.. dia kurang ganteng.. dia kurang cantik,  tapi sebagian lagi beropini lain. Yup, semua orang itu sebenernya terlahir sama secara fisik (cantik dan ganteng semua), namun hanya mereka (pria/wanita) yang tepat yang dapat melihatnya, cies wekeke
 

Back to topic.

Menurut ane, aslinya kemampuan otak/berpikir manusia itu hanya dipengaruhi oleh 3 faktor :
  1.        Usaha
  2.        Ikhtiar
  3.        Percaya dengan kemampuan yang dimiliki.

Dengan sedikit dukungan dari faktor genetik, dan bawaan lahir.

Yang pertama usaha, usaha dalam hal ini bukan berarti seseorang harus berusaha (belajar) tiap waktu. Fisik manusia kan gabisa dibohongi ya to, kodrat manusia bukan robot (ga bisa dicharge waktu lemes, ga bisa diservice waktu sakit, apalagi NON GARANSI). Tapi bagaimana mereka mampu memanfaatkan waktu luang yang ada secara 'efektif' dan 'effisien'. Efektif disini maksudnya adalah orang tersebut tidak dalam kondisi memikirkan hal lain/berada pada suatu kondisi dimana seseorang tidak mampu berkonsentrasi dengan apa yang sedang ia hadapi. Sedangkan effisien disini maksudnya adalah waktu 'efektif' yang dia manfaatkan benar-benar termanfaatkan secara maksimal.

Misal ente diberi uang 1T dan HANYA bisa dimanfaatkan dalam waktu 1 menit sedangkan posisi ente ada di antara mall dan panti asuhan (dengan catatan uang sisa harus dikembalikan). Lumrahnya pasti ente akan langsung capcus ke mall buat belanja kan? Tapi inget, sampai di mall kalian akan kehilangan waktu hanya untuk mengikuti nafsu kesana-kesini (mau buat beli apa ya? Beli apa ya? Beli apa ya?) yang berujung waktu yang tersedia habis, itu asumsi terburuknya. Asumsi yang rada lumayan baik, misal ente-ente sempet beli sesuatu (misal habis 1jt), batin ente akan kerasa tertekan meskipun secara fisik ngga. Wajarnya, di umur ente yang tersisa, ente akan ditekan oleh bayang-bayang uang 999.999.999.999 juta rupiah yang angus karena ngga bisa dimanfaatin dulu wk.
Beda kalo 60 detik tadi dimanfaatin buat mendonasikan uang yang diterima ke panti asuhan. Bayangin uang segitu bisa buat anak yatim piatu sampe ribuan turunan, ngga cuma sampe turunan ke-7 doang. Secara fisik/lahiriyah mungkin ente akan sedikit menyesal, tapi secara batiniyah ente akan merasakan kebahagiaan yang luar biasa (amal jariyah bos). Ente akan idup tenang karna uang tadi bisa dimanfaatkan sepenuhnya, apalagi buat harkat hidup orang banyak. Cuman orang begini nih yang jarang ditemui wekeke 


  Back to topic again.

Dengan memanfaatkan setiap kondisi yang ada dengan efektif, hasil yang didapat akan menciptakan kurva positif (dari kiri bawah ke kanan atas) kalo digambarkan dengan grafik.
Bicara soal kemampuan otak yang merupakan ide pokok artikel ini, ane punya tetangga-tetangga yang bisa dikatakan super dewo. Entah gimana cara mereka memanfaatkan waktu luang yang ada dengan maksimal. Gimana ngga penasaran, ada yang bisa dapet emas nasional (entah udah dapet berapa),  ada yang dapet perak internasional, IP 4, IP 3,94  dsb.
Setelah ditelusuri, ternyata mereka-mereka itu bener-bener memanfaatkan waktu yang ada secara efektif dan semaksimal mungkin.

Contohnya, 

Tabel Penggunaan Waktu Para Pelajar



Ane tekankan lagi, waktu belajar yang ada di tabel diatas merupakan waktu efektif.
Efektif disini maksudnya adalah orang tersebut tidak dalam kondisi memikirkan hal lain/berada pada suatu kondisi dimana seseorang tidak mampu berkonsentrasi dengan apa yang sedang ia hadapi.

Ini dia grafiknya. (maaf ancur) 

Grafik Lamanya Waktu Belajar

Jadi semakin besar sudut yang dibentuk kurva dengan garis horizontal, semakin jauh jarak yang mereka tempuh.

Contoh sederhananya.
Misalnya kita anggap 1 jam belajar = 1 km
Jadi dalam 1 tahun si G akan menempuh jarak :   
365,25 x 7,5 x 100 = 2,74125 x 10^6 meter
sedangkan si A 
365,15 x 4,5 x 100 = 1,643625 x 10^6 meter 
Selisih jarak diantara keduanya 
2,74125 x 10^6 meter - 1,643625 x 10^6 meter  
= 109,7625 km ! 
Jadi, setiap tahun si A akan tertinggal sejauh 109,7625 km ! Padahal 1jam diwakilkan dengan 1 km, jadi si A perlu belajar +- 110 jam lagi untuk mengejar ketertinggalan. Atau dalam kata lain, dengan intensitas belajar/hari yang sama seperti biasanya. Si A tertinggal 24,4 hari !

Kalo digambarkan pake peta dengan starting point yang sama (kebumen) ke arah timur. Si A lagi manasin mesin, si G udah ampir sampe klaten..




Selain itu, si A akan idup dibawah bayang bayang masa lalu si G ( dalam saat yang sama ketinggalan 24 hari bos). Bayangin aja saat si G lagi nonton final piala dunia, si A baru nonton penyisihan grup matchday #2. 


tau orang yang ada di foto diatas ga? siapa hayo? hahaha

Kalo ngga salah hukum ketiganya berbunyi F aksi = -F reaksi , dalam hal ini usaha (belajar) yang ente-ente lakukan akan sebanding dengan hasil yang diperoleh. Artinya gini, ketika ente memberikan gaya berupa belajar dalam ruang dan waktu (cies..), ruang dan waktu akan memberikan gaya balik berupa hasil dari jerih payah ente wekeke   





































LANGSUNG...






To be continued setelah uts misal sempet.... 


Freedom of Speech, Opiniku Berbicara

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Mumpung besok hari UTS terakhir ( di semester 1 kelas XI ini ), saya akan mecoba memberikan artikel berisi opini absurd mengenai polemik kebebasan berpendapat sebagaimana terciptanya film kontroversi berjudul "Innocent of Moeslem". Semuanya asli tulisan saya berdasarkan data-data yang dapat di jadikan acuan serta beberapa opini dari teman saya. *Angkat kerah, tebar kiss* wwkwkw :P





Pasti kalian-kalian semua telah mengetahui/setidaknya mendengar gebrakan film "Innocent of Moeslim" bukan? Ya, film satu ini memang telah menimbulkan polemik yang sangat beragam dalam cakupan internasional.  Modal pembuatannya pun tidak terlalu banyak, hanya sekitar 100 bucks tapi mampu mengguncang dunia.

Sebenarnya apa sih film Innocent of Moeslim itu?

Berdasarkan sumber terpercaya yang saya baca ( CNN ),  awalnya film ini direncanakan berjudul "Desert Warrior" dan dideskripsikan sebagai "Historical Arabian Desert  Adventure Film". Sebuah panggilan casting film ini di berbagai media cetak (ex: Backstage Magazine yang di publikasikan pada Juli 2011) pun turut memampangkan judul film tersebut.
Salahsatu arktris (pemeran wanita) film ini mengungkapkan bahwa naskah asli film ini tidak mencantumkan karakter Nabi Muhammad SAW.  Kemudian wanita tersebut menanyakan pada pengiklan casting yang disebutkan bernama Sam Bassiel.  Dia (Sam Bassiel) mengucapkan jika script tersebut ia buat karena dia menginginkan orang-orang muslim untuk berhenti membunuh.
I dont know what it means, i'm not awesome wkwkw

"Aku tidak akan pernah berpartisipasi dengan film yang akan menyakiti ataupun membawa bahaya pada orang lain" imbuh aktris tersebut. "Ini membuatku merasa mual untuk berpikir bahwa aku telah berpartisipasi dengan sebuah film yang membawa kematian bagi orang lain" ungkapnya pada CNN.


Siapa itu Sam Bacile?

Informasi yang saya dapatkan dari the wall street journey (WSJ.com) , pembuat film "innocent of muslim" diidentifikasi bernama Sam Bacile, real estate developer (sebangsa kontraktor gitu kayaknya) berdarah Israel-Amerika.

Dalam journal wall street journey yang menghubungi Sam Bacil via telepon, Sam Bacile mengkarakteristikan film tersebut sebagai "Upaya politik untuk menarik perhatian pada kemunafikan islam" astaghfirullah....

"Islam adalah kanker," imbuhnya pada WST(Wall street journey). "Film ini adalah film politik. Bukan sebuah film religius." Tandasnya.


Aktivis anti-muslim bernama Steve Klein, yang mengatakan bahwa dirinya adalah konsultan naskah film "Innocent of Moeslim" mengungkapkan bahwa pembuat film (Sam Bacile) mengutarakan idenya untuk membuat sebuah film yang menunjukkan fakta, kenyataan, dan bukti tentang Nabi Muhammad SAW  yang dia anggap sebagai muslim radikal. Klein mengatakan bahwa film tersebut di namakan "Innocent Bin Laden".

"Tujuan kami adalah untuk menjangkau minoritas orang yang sangat berbahaya di California dan mencoba untuk mengejutkan mereka ke dalam pemahaman betapa berbahayanya Islam," kata Klein.

Astaghfirullahal 'adzim..

Klein dan Bacile pun tahu bahwa hal tersebut akan menimbulkan beberapa gesekan, jika ada yang memperhatikannya. Akan tetapi, ketika klein mengunjungi Los Angeles theater untuk memeriksanya, tidak ada seorangpun yang menonton film tersebut.



Apa yang perlu di garis bawahi mengenai film ini?

Untuk kelanjutannya, silahkan simak artikel di wikipedia berjudul Freedom of Speech terlebih dahulu.

Menurut saya, yang perlu di garis bawahi dalam film ini adalah adanya unsur SARA dalam  penggunaan kebebasan berpendapat di dalamnya, apalagi menyangkut agama yang di anut oleh lebih dari setengah umat manusia di dunia. Pasti nantinya akan membuat masalah berskala mayor bukan?

Di dalam artikel Freedom of Speech yang telah saya cantumkan sebelumya, monggoh di simak dulu bagian " The right freedom of speech and expression". Di sana sudah dicantumkan dengan jelas mengenai deklarasi kebebasan berpendapat, untuk jelasnya seperti ini:

"The free communication of ideas and opinions is one of the most precious of the rights of man. Every citizen may, accordingly, speak, write, and print with freedom, but shall be responsible for such abuses of this freedom as shall be defined by law"

Artinya kira-kira seperti ini:

Kebebasan berkomunikasi ide dan pendapat adalah satu dari hak asasi paling istimewa dari setiap manusia.  Setiap warga sipil berbicara, menulis, dan mencetak (sesuatu dalam lingkup pendapat) dengan kebebasan, tetapi tetap bertanggung jawab atas pelanggaran kebebasan sebagai bagian dari hukum (yang harus dipertanggung jawabkan).


Kesimpulannya, berpendapat itu perlu, tetapi harus dipertanggungjawabkan. Saat ini pun, pembuat film telah di amankan oleh pemerintah US (info di surat kabar). Namun, Negara AS tak mampu menjatuhkan hukuman karena adanya asas kebebasan berpendapat, hal ini di amini oleh negara-negara eropa yang menerapkan prinsip serupa seperti; inggris, perancis, dsb.

Kata bung Ikkirender a.k.a Wildan A.B. "Apakah seseorang yang telah merusak perdamaian dunia dan melecehkan agama Islam masih bisa lolos dari hukum dengan dalih kebebasan berpendapat?" dunno,bung.. tanyakan saja pada rumput yang bergoyang....gergaji.. awkawk   




sekarang simak artikel berikut ini William Gugat Media Pemuat Foto Telanjang Istrinya,


saya kutip pernyataan bung Ikkirender (krn saya sependapat) -> [sakjane males mikir hahaha]

"Coba dipikir, ketika seorang pembuat film yang merusak perdamaian dunia dan melecehkan agama Islam dapat terbebas dari tuntutan hukum dengan dalih kebebasan berpendapat. Sedangkan sebuah penerbit majalah (CLOSER) dapat terkena tuntutan dari Pangeraan William yang terhormat padahal itu juga sebuah kebebasan berpendapat. Aneh bukan?"

Yup, saya yakin kalian semua telah mengetahui siapa Pangeran William itu, dia adalah anak dari Ratu Elisabeth (entah ke berapa) yang memimpin negara Inggris. Negara yang termasuk pendukung keputusan AS untuk tidak menjatuhkan hukum pada pembuat film "Innocent of Moeslim" yang telah merusak perdamaian dunia.

Masih ingatkah kalian semua dengan kartun Nabi Muhammad SAW yang di muat di majalah perancis? 

Mungkin hal tersebut dan adanya film ini memiliki motif politik tersendiri, karena umat islam sedang mengalami perkembangan yang sangat sangat pesat, bahkan di perancis sudah mencapai angka 6% dari total penduduk, di amerika telah mencapai sekitar 3-5% (pada tahun 2010 lalu sekitar 2,6 juta jiwa) dan di Inggris pun, agama islam telah mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (itu pun masih belum terhitung warga negara inggris yang memeluk agama islam sejak dari lahir karena sistem sensus penduduk yang berbeda dengan negara kita). Presentase yang amat fantastis dan merupakan ancaman ataupun bahaya bagi "pihak-pihak" tertentu.

Mmm.. maybe that's the most possible reason. Wallahu a'lam....



Kebebasan berpendapat itu mulia, tetapi Nabi Muhammad SAW jutaan bahkan ratusan juta kali lebih mulia dibandingkan dengan hal itu.


Wassalamu'alaikum Wr.Wb.